Arsip

Archive for the ‘Verticalized’ Category

*Meracau Di Sudut Persimpangan

Selasa, 20 Agustus 2013 Tinggalkan komentar
@devianart.com

@devianart.com

tersudutkan diri di satu sisi persimpangan jalan

jalan pencarian jawab dalam tautan kehidupan

kehidupan yang selalu setia hadirkan bimbang

bimbang memilah dimana hati kan ditambatkan

ditambatkan pilihan dalam bias semu suratan

suratan takdir menepis tumpukan ragu alasan

alasan yang terhalang baku ketentuan tuhan

ketentuan tuhan yang hasilkan pasti keniscayaan

keniscayaan jawaban untuk jiwa yang tersudutkan

 

-Bertanya ya pada Allah, Sang Pemilik Keniscayaan atas setiap keraguan yang membutuhkan jawaban. 🙂 , 20 Agustus 2013-

*meracau cinta nyata

Senin, 25 Maret 2013 Tinggalkan komentar

sungguh..
tak pernah sekalipun terlintas dalam bayangan
tak sedetikpun mimpi membangun bias harapan
bahkan tak satupun dongeng semu menceritakan
aku yang bagai abstrak angin kesepian
mendapati cinta peri hiasan persahabatan

bila memang ternyata sudah digariskan
hingga semestapun tergerak mewujudkan
sebuah kisah yang hanya hadir dalam kenyataan
akulah yang akan sangat mensyukuri kesempatan
dianugerahkan lebih dari sekedar keberuntungan
menjalani hidup penuh keajaiban nikmat Tuhan

fabiayyiaalaairabbikumaatukadzdzibaan”

-Aku yang sangat bersyukur akan hadirmu menemani hidupku :’) , 25 Maret 2013-

*masih menunggu

Rabu, 6 Maret 2013 Tinggalkan komentar

aku..
masih setia dalam hening kesendirianku
bersama waktu yang enggan tuk berlalu
menemani rapuh jiwa yang terus tersipu
mendendang lagu mendayu di tepian kalbu
yang belum mampu menggoyah pendirianku
untuk menunggu satu jawaban pasti dariMu
hingga Engkau tunjukkan jalan terbaik bagiku
akankah ku terikat di hatinya ataukah sang ragu

– #eeaaa.. saatnya berteman dengan waktu bersama sang “unggu” :), 6 Maret 2013-

*meracau jalan suratan

Minggu, 3 Maret 2013 Tinggalkan komentar

jalan

Kawan
kau tak bisa memilih dari rahim siapa kau dilahirkan
kau pun tak bisa meminta sebagai apa kau diciptakan
semua sudah ditentukan dalam satu catatan takdir suratan
kita hanya mahluk titipan yang terikat dalam kuasa Tuhan

namun demikian tak lantas kau hanya berpangku tangan
kau diberikan kesempatan untuk menentukan masa depan
karena kau dicipta tak hanya sekedar raga beraturan
didalamnya juga disematkan hati beserta akal pikiran

akal pikiran yang menghasilkan logika keduniawian
serta hati yang mengisyaratkan lurusnya pilihan
sebuah sinergi yang membawamu pada kesuksesan
beriringan dengan tuntunan pada jalan kebajikan

berhentilah meratapi yang berbalik dari harapan
sesungguhnya setiap kejadian melahirkan pelajaran
jalanilah semua dengan kesungguhan dan kesabaran
niscaya ketenangan akan datang membawa kebahagiaan

-teruntuk kawan dalam jerat kegalauan, 3 Maret 2013-

Kategori:Verticalized Tag:, ,

*meracau luka mimpi

Sabtu, 23 Februari 2013 Tinggalkan komentar

Aku
Berjalan kini layaknya hidup seorang diri
Bersanding harapan semu yang setia menemani
Acuhkan perhatian hiraukan dara yang sudi menanti

Tak henti mata tangisi luka yang telah lama terpatri
Meringis hati teriris lara yang mungkin tanpa arti
Yang ternyata hanya luapan pedih sisa goresan mimpi

Adilkah ini jiwa bertanya pada dunia yang telah mati
Terjawab lesu sindiran lugu suci nurani
Terungkap sisi ketidakmampuan diri memaknai takdir Illahi

-siratan ceracauan luka semu….., 23 Pebruari 2013-

*Meracau jiwa tersandera

Senin, 18 Februari 2013 Tinggalkan komentar

top

tibalah masa dimana mata tak sanggup menatap asa
saat pintu cahaya tertutup pada jiwa yang tersandera

mencoba menguak rasa yang berkecamuk dalam dada
memaksa ungkap kata yang sembunyi hampa suara
sembari berharap indah suaka dan tercipta makna

sadari ketidakmampuan diri atas kuasa takdir Illahi
laku usaha dan doa mohon satu jawaban pasti
hingga berserah akan apa yang mungkin terjadi
bersandar pada Yang Maha Membolak-balikkan Hati

– ??! :+) , 18 Pebruari 2013-

*Meracau Menuju Puncak Rinjani

Kamis, 24 Mei 2012 Tinggalkan komentar

bermula rasa gundah hati kian menumpuk merusak hari
hadirkan kembali kerinduan alam yang lama tak terperi
begitu cepat semua momen terjadi bergulir silih berganti
tersusun singkat bagai runutan jadwal yang telah terpatri
sisihkan agenda hampir pasti yang tak mungkin terpenuhi
mencipta waktu merangkul hasrat lalu gapai puncak Rinjani

beranjak jauhi desa menapak jejak rimba hutan terlewati
terpampang luas padang rumput bagai taman tak bertepi
menghijau mencipta elok pelataran mega nan tertata rapi
pekat hitam pasir bongkah batu warnai aliran kering kalimati
jajaran bukit berantai merangkai mahkota nan menjulang tinggi
tunjukkan gambaran megah pesanggrahan sang Dewi Anjani

lelah melangkah meniti punggung bukit merayap tanpa henti
tiada lagi kini pepohonan asri pula perdu sanggup berdiri
hampa tersisa sebaran acak edelweis sang bunga abadi
kokoh mencengkeram batuan pasir khas gunung berapi
meliuk anggun meski sekilas terlihat angkuh menyendiri
menari dihembus bayu berhias embun dan kilauan mentari
menebar pesona melipur lara mengurai letih setiap pendaki

seluas mata memandang terhampar biru angkasa nan berseri
bersama semburat jingga panjang membentang menyambut pagi
sesaat tertutup tebal balutan kabut yang datang menyelimuti
teriring serta udara dingin menusuk kulit yang setia menemani
bersihkan luka mengikis ego kembalikan semangat yang mati suri
membuka lembar baru memberi ruang nafas tuk murnikan nurani
satu lagi eksotisme surga dunia kuasa Illahi yang tak tertandingi

 

 

 

 

 

 

 

-Mengingat nikmat perjalanan singkat sedikit nekat menuju puncak rinjani (10-12 Mei 2012) *kepingin lagi…….. 😀 , 24 Mei 2012-

%d blogger menyukai ini: